Sunday 24th of May 2026

Update Misi Perdamaian: TNI Berangkatkan 744 Prajurit Kontingen Garuda ke Lebanon untuk Misi PBB

Update Misi Perdamaian: TNI Berangkatkan 744 Prajurit Kontingen Garuda ke Lebanon untuk Misi PBB

--

DAISY NEWS - Sebanyak 744 prajurit TNI resmi diberangkatkan ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian Kontingen Garuda PBB (UNIFIL). Pasukan gabungan dari matra darat, laut, dan udara ini bertolak menuju Beirut untuk menjalani rotasi penugasan dengan pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan personel.

Pengiriman ratusan personel militer ini merupakan bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di wilayah konflik Lebanon. Langkah diplomasi militer ini tetap berjalan sesuai rencana meskipun situasi keamanan di wilayah Timur Tengah saat ini tengah berada dalam fase yang sangat dinamis dengan risiko eskalasi regional yang tinggi. Pasukan gabungan tersebut dijadwalkan bertolak menuju Beirut, Lebanon, secara bertahap mulai akhir pekan ini.

Baca juga: Lowongan Kerja PT Mayora Indah Tangerang Terbaru: Terbuka untuk Lulusan SMA/SMK hingga S1 Semua Jurusan

Baca juga: Cara Beli Tiket Konser BTS 'ARIRANG' Jakarta Eksklusif di Tiket.com, Simak Jadwal Lengkapnya di Sini!

Baca juga: Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem 15–21 April 2026 di Indonesia

Berdasarkan data dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, sebanyak 744 personel yang diberangkatkan merupakan prajurit terpilih dari lintas matra. Komposisi pasukan terdiri dari 571 personel TNI Angkatan Darat (AD), 79 personel TNI Angkatan Laut (AL), 63 personel TNI Angkatan Udara (AU), serta didukung oleh 31 personel dari lingkungan Mabes TNI.

Seluruh prajurit ini tersebar ke dalam enam unit satuan tugas khusus, termasuk di antaranya Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-T, satuan pendukung markas, polisi militer, tim medis rumah sakit lapangan, hingga staf militer UNIFIL.

Mengingat tingginya potensi bahaya di medan tugas, Panglima TNI dalam amanatnya memberikan penekanan khusus terkait keselamatan personel. Manajemen risiko dan kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (Standard Operating Procedure/SOP) PBB harus dijalankan secara disiplin tanpa kompromi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST