Karakter Risa Saraswati di Film Danur Sangat Melekat dengan Kepribadian Prilly Latuconsina, Last Chapter Tayang Lebaran Tahun ini
--
DAISY NEWS - Aktris Indonesia Prilly Latuconsina mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan karakter Risa Saraswati dalam waralaba film horor Danur. Selama hampir satu dekade, karakter tersebut bukan hanya menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya, tetapi juga berkembang seiring dengan pertumbuhan pribadi sang aktris. Hal ini membuat peran Risa terasa begitu melekat pada dirinya, baik di layar lebar maupun di mata para penggemar.
Perjalanan panjang tersebut dimulai sejak film pertama Danur: I Can See Ghosts dirilis pada 2017. Sejak saat itu, Prilly menjadi wajah utama dari kisah yang terinspirasi dari cerita horor populer karya Risa Saraswati. Karakter ini dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan melihat makhluk tak kasatmata, sekaligus memiliki hubungan emosional dengan para “teman hantunya”.
Karakter Risa dan Kehidupan Prilly
Prilly mengungkapkan bahwa perjalanan dirinya dan karakter Risa berjalan seiring. Ketika film pertama diproduksi, ia masih berada di usia remaja akhir, sama seperti karakter yang ia perankan dalam cerita. Situasi tersebut membuatnya merasa sangat terhubung dengan peran tersebut karena pengalaman hidupnya terasa selaras dengan perkembangan karakter di naskah.
Dalam film pertama, Risa digambarkan sebagai seorang remaja yang mulai menyadari kemampuan uniknya untuk melihat makhluk gaib. Saat itu, Prilly juga berada di usia sekitar 19 tahun, masa transisi dari remaja menuju dewasa. Kesamaan fase kehidupan ini membuat proses akting terasa lebih alami dan emosional.
Seiring berjalannya waktu, karakter Risa mengalami perubahan signifikan. Pada sekuel-sekuel berikutnya, Risa mulai digambarkan lebih dewasa dan menghadapi konflik yang lebih kompleks dalam kehidupannya. Perjalanan tersebut juga terasa paralel dengan kehidupan Prilly yang semakin matang sebagai seorang aktris.
Ketika kembali menjalani proses syuting setelah jeda beberapa tahun, Prilly mengaku merasakan perubahan besar dalam pendekatan aktingnya. Ia menyadari bahwa cara ia menghidupkan karakter Risa kini berbeda dibandingkan dengan film-film sebelumnya. Kedewasaan pribadi dan pengalaman di industri hiburan turut memengaruhi cara ia menafsirkan karakter tersebut.
Bagi Prilly, pengalaman bertumbuh bersama satu karakter dalam rentang waktu panjang merupakan hal yang cukup langka dalam dunia perfilman. Hal itu membuatnya merasa perjalanan kariernya memiliki cerita yang sangat personal.