Karina Icha Tinggalkan Karier Pegawai Pemerintah Demi Mimpi Berakting di Industri Film, Kini Bermain di Film Horor
--
DAISY NEWS - Perjalanan karier seseorang tidak selalu berjalan lurus sesuai dengan rencana awal. Hal ini dialami oleh Karina Icha, seorang perempuan asal Makassar yang berani mengambil keputusan besar dengan meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai pemerintahan demi mengejar mimpi di dunia seni peran. Langkah tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya sekaligus membuka jalan menuju industri perfilman Indonesia.
Karina Icha lahir di Makassar pada 15 Mei 1994. Sebelum dikenal sebagai aktris, ia menjalani kehidupan yang relatif stabil sebagai aparatur pemerintahan. Pekerjaan tersebut memberikan keamanan finansial serta jalur karier yang jelas. Namun di balik kenyamanan itu, ia merasakan kejenuhan terhadap rutinitas kerja yang menurutnya terasa monoton dan kurang memberikan ruang untuk mengekspresikan minat kreatifnya.
Baca juga: AS Bakal Larang Penggunaan Chip Memori China, Persaingan Teknologi Global Mulai Babak Baru
Keinginan untuk mencari tantangan baru mulai muncul saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Situasi yang membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah memberi kesempatan bagi Karina untuk melakukan refleksi terhadap hidup dan kariernya. Ia mulai mempertanyakan apakah pekerjaan yang dijalaninya benar-benar sesuai dengan passion yang ia miliki.
Perasaan tersebut akhirnya mendorongnya untuk mencoba hal baru yang selama ini menarik perhatiannya, yaitu dunia akting. Keputusan itu tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pemikiran panjang serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Setelah memutuskan untuk menekuni dunia akting, Karina Icha tidak langsung meninggalkan pekerjaannya. Ia memilih memulai langkah pertama dengan mempelajari dasar-dasar seni peran secara serius. Untuk itu, ia mencari pelatih akting profesional yang dapat membimbingnya memahami teknik bermain peran.
Karina bahkan menunjukkan keseriusan yang luar biasa dengan mendatangkan pelatih akting dari Jakarta ke Makassar selama satu bulan penuh. Langkah tersebut dilakukan karena saat itu ia masih terikat dengan pekerjaan di pemerintahan sehingga tidak bisa secara leluasa pergi ke ibu kota.
Setiap hari setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor, Karina langsung menuju tempat pelatihnya menginap untuk mengikuti sesi latihan. Ia menjalani proses tersebut secara disiplin dan konsisten. Bahkan, aktivitas tersebut sempat tidak diketahui oleh keluarga karena ia ingin fokus belajar terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun ke dunia hiburan.
Latihan intensif tersebut akhirnya membuka peluang yang lebih besar baginya. Melalui jaringan komunitas film yang dimiliki pelatihnya, Karina memperoleh informasi mengenai audisi film yang diadakan oleh sebuah rumah produksi di Jakarta.
Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Dengan mengambil cuti dari pekerjaannya, Karina terbang ke Jakarta untuk mengikuti proses casting. Meski saat itu ia masih tergolong pendatang baru tanpa pengalaman di industri film, keberaniannya mengikuti audisi menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya.