Saturday 7th of March 2026

Dorong Transisi Energi Nasional, PLN Indonesia Power Sudah Produksi 1.101 GWh Energi Bersih Biomassa Selama Tahun 2025

Dorong Transisi Energi Nasional, PLN Indonesia Power Sudah Produksi 1.101 GWh Energi Bersih Biomassa Selama Tahun 2025

--

DAISY NEWS - Upaya percepatan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan oleh sektor ketenagalistrikan nasional. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh PLN Indonesia Power (PLN IP) yang berhasil memproduksi energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 gigawatt hour (GWh) sepanjang 2025. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di Indonesia.

Produksi listrik hijau tersebut berasal dari pemanfaatan lebih dari 1,14 juta ton biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar campuran pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Melalui pendekatan ini, limbah pertanian dan industri dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Langkah ini juga merupakan bagian dari strategi besar PLN Indonesia Power untuk mendukung target nasional dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan serta menurunkan emisi karbon. Pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku energi.

Program Co-Firing Biomassa di PLTU

Peningkatan produksi energi bersih berbasis biomassa tidak terlepas dari optimalisasi program co-firing yang diterapkan pada berbagai PLTU yang dikelola PLN Indonesia Power. Co-firing merupakan metode pencampuran biomassa dengan batu bara dalam proses pembakaran untuk menghasilkan listrik.

Melalui teknologi ini, pembangkit listrik konvensional tetap dapat beroperasi secara efisien, namun dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Biomassa yang digunakan berasal dari berbagai jenis limbah, seperti serbuk kayu, cangkang sawit, pellet tandan kosong, sekam padi, woodchip, wood pellet, hingga bonggol jagung. Selain itu, limbah industri seperti sisa racik uang kertas juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyampaikan bahwa produksi energi bersih tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mengembangkan solusi energi berkelanjutan. Menurutnya, implementasi co-firing dilakukan secara bertahap dan dengan manajemen risiko yang matang agar proses transisi energi tidak mengganggu keandalan sistem kelistrikan nasional.

Pendekatan tersebut penting mengingat kebutuhan listrik di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor industri. Oleh karena itu, inovasi seperti co-firing menjadi solusi strategis untuk menjaga keseimbangan antara keandalan pasokan listrik dan upaya pengurangan emisi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST