Wednesday 11th of March 2026

Sinyal Tambah Kuota Impor Beras? Wakil Komisi IV DPR Tantang Penyuluh Tingkatkan Produksi Padi Sumbar Lewat Sawah Pokok Murah

Sinyal Tambah Kuota Impor Beras? Wakil Komisi IV DPR Tantang Penyuluh Tingkatkan Produksi Padi Sumbar Lewat Sawah Pokok Murah

--

DAISY NEWS - Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional. Di Sumatera Barat, dorongan untuk meningkatkan hasil produksi padi kembali mengemuka setelah Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menantang para penyuluh pertanian agar mampu menggenjot produktivitas padi pada tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan para penyuluh pertanian dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam meningkatkan hasil panen serta menekan biaya produksi pertanian.

Menurut Alex, peningkatan produktivitas padi di Sumatera Barat bukanlah hal yang mustahil. Wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian, baik dari sisi sumber daya alam maupun pengalaman petani dalam mengelola lahan sawah. Dengan strategi yang tepat dan penerapan metode pertanian yang lebih efisien, produksi padi diyakini dapat meningkat secara signifikan.

Baca juga: 15 Merk Sepeda Motor Listrik yang Bagus dan Awet Rekomendasi Terbaru Maret 2026, Mana yang Paling Worth it?

Baca juga: Langkah Geopolitik Beijing Dukung Iran Amankan Selat Hormuz, Ketegangan AS dan Timur Tengah Kian Memanas

Metode Sawah Pokok Murah untuk Efisiensi Produksi

Salah satu pendekatan yang disoroti adalah metode pertanian yang dikenal sebagai “Sawah Pokok Murah”. Metode ini merupakan inovasi budidaya padi yang dikembangkan oleh petani lokal di Sumatera Barat dan telah diuji coba di sejumlah lahan pertanian.

Konsep utama dari metode ini adalah menekan biaya produksi serendah mungkin tanpa mengorbankan hasil panen. Dalam praktiknya, metode Sawah Pokok Murah memanfaatkan sumber daya alami yang tersedia di lahan sawah, seperti jerami sisa panen, sebagai bahan organik pengganti pupuk kimia. Dengan cara ini, petani tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk pembelian pupuk dan bahan kimia pertanian lainnya.

Selain itu, teknik ini juga mengurangi kebutuhan pengolahan tanah secara intensif. Beberapa tahap budidaya yang biasanya membutuhkan biaya besar, seperti pembajakan berulang, pemupukan kimia, hingga penyemprotan pestisida, dapat diminimalkan.

Penggunaan jerami sebagai bahan organik juga membantu meningkatkan kualitas tanah dalam jangka panjang. Tanah yang dikelola secara organik cenderung lebih subur, memiliki kemampuan menyimpan air lebih baik, serta lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

Metode ini dinilai tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga berpotensi menjaga keseimbangan lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pertanian.

Dalam upaya memperluas penerapan metode ini, peran penyuluh pertanian dinilai sangat penting. Penyuluh bertugas mendampingi petani dalam memahami teknologi pertanian baru serta memastikan metode tersebut dapat diterapkan dengan benar di lapangan.

Di Indonesia sendiri, jumlah penyuluh pertanian mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di berbagai daerah. Mereka menjadi penghubung utama antara kebijakan pemerintah dan praktik pertanian di tingkat petani.

Melalui pendampingan penyuluh, petani dapat memperoleh informasi mengenai teknik budidaya terbaru, penggunaan varietas unggul, serta strategi pengelolaan lahan yang lebih efisien. Hal ini menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST