Monday 9th of March 2026

Ketua BEM UGM Diteror Ancaman Penculikan dan Pembunuhan, Orang Tua hingga Pengurus Ikut Jadi Sasaran

Ketua BEM UGM Diteror Ancaman Penculikan dan Pembunuhan, Orang Tua hingga Pengurus Ikut Jadi Sasaran

--

DAISY NEWS - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) mengungkap adanya serangkaian ancaman serius yang ditujukan kepada dirinya dan sejumlah pihak di lingkungan organisasi mahasiswa tersebut. Ancaman itu tidak hanya menyasar dirinya secara pribadi, tetapi juga keluarga serta puluhan pengurus BEM yang terlibat dalam aktivitas organisasi.

Pengakuan tersebut memicu perhatian luas di kalangan akademisi, aktivis mahasiswa, dan masyarakat. Pasalnya, intimidasi berupa ancaman penculikan hingga pembunuhan dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di lingkungan kampus.

Baca juga: Langkah Geopolitik Beijing Dukung Iran Amankan Selat Hormuz, Ketegangan AS dan Timur Tengah Kian Memanas

Baca juga: Full Aura, Respons Tenang Ningning aespa Saat Disebut Jelek di Live Streaming Tuai Pujian dari Netizen

Ancaman Ketua BEM, Keluarga, dan Pengurus

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku menerima pesan bernada intimidasi dari nomor tidak dikenal. Pesan tersebut berisi ancaman penculikan hingga ancaman terhadap keselamatan dirinya dan orang-orang terdekat. Ancaman juga disebut menyasar orang tua serta pengurus organisasi mahasiswa yang bekerja bersamanya.

Menurut pengakuannya, intimidasi mulai muncul beberapa hari setelah dirinya menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak pada sektor pendidikan. Kritik tersebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran pendidikan yang menurutnya mengalami perubahan signifikan.

Tak lama setelah kritik itu disampaikan, pesan ancaman mulai berdatangan melalui aplikasi pesan singkat dari nomor dengan kode internasional. Dalam pesan tersebut, pengirim menuding dirinya sebagai pihak yang mencoba memprovokasi dan mencari perhatian publik.

Selain ancaman melalui pesan digital, Tiyo juga mengaku sempat merasa diikuti oleh orang tidak dikenal di beberapa lokasi. Ia menyebut pernah melihat dua orang memotretnya di sebuah tempat umum sebelum kemudian pergi meninggalkan lokasi. Peristiwa tersebut membuatnya merasa keselamatannya sedang dipantau oleh pihak tertentu.

Situasi menjadi semakin serius ketika ancaman juga ditujukan kepada anggota keluarga. Dalam salah satu pesan yang diungkap ke publik, ibunya bahkan mengaku merasa takut setelah mengetahui adanya pesan intimidasi yang menyebutkan potensi tindakan penculikan. Kondisi tersebut membuat tekanan psikologis tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga keluarga.

Baca juga: Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Ketua PERBANAS Hery Gunardi Tekankan Manajemen Risiko

Ketua BEM UGM menegaskan bahwa intimidasi tersebut tidak membuatnya mundur dari sikap kritis. Ia menilai kritik yang disampaikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawasi kebijakan publik yang berdampak pada masyarakat luas.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST